Postingan

Alan Kasaji si Musisi Ngapak, Nang Umah Bae, Belek Singa dan Blakasuta

Alan Kasaji. Salah satu musisi musik berbahasa Jawa yang sangat saya kagumi. Utamanya notasi-notasi lagu yang dia ciptakan. Aduhay sluuurr.

Ah, Politikus !

Gambar
Sejak nonton kegiatan salah seorang Dewan di Jawa Barat yang sedang melakukan bersih-bersih di pasar dan kemudian diprotes seorang mahasiswa terkait kewenangan, melalui kanal Youtubenya,

Peta di Kemudian Hari

Gambar
Menjadi Peta di Kemudian Hari Ada yang baru beberapa bulan, ada yang sudah bertahun-tahun. Ada yang gagal, ada yang sukses sampai pelaminan. Terlepas dari apapun hasilnya, menjalin hubungan dengan pasangan adalah bagian dari apa yang dicita-citakan seseorang.

Orang Jahat, Yang Kebetulan Baik

Gambar
Akhirnya, kembali lagi menulis di blog yang sudah berbulan-bulan Saya tinggalkan. Dengan perasaan lega, nampaknya ada cerita panjang yang penuh emosi bagi Saya perlu dipublikasikan.

Pamer

Gambar
Dalam beberapa kesempatan saat bertemu dengan teman, sering kali terbesit pikiran untuk tidak bertemu lagi. Atau setidaknya mengurangi frekuensi pembicaraan. Alasannya singkat, karena dia lebih dominan menjadi pembicara ketimbang memilih menjadi imbang dalam bicara maupun mendengarkan. Dia puas, Saya kehilangan waktu.

Udin oh Udin

Gambar
Udin, sadar betul cintanya ditolak mentah-mentah oleh Tuti. Tiap hari disapanya Tuti oleh Udin tak pernah disambut dengan baik. Jadilah Udin beli keset di warung Bu Maryam bertuliskan 'Welcome'. Katanya, "Setidaknya ada yang menyambutku, meski bukan hatinya.." Ah, parah betul lelaki jarang gosok gigi ini.

Terus Terang

Gambar
Tiba-tiba hujan turun deras. Menghentikan lalu lalang orang di jalanan, utamanya bagi pengguna roda dua. Menepi, mencari tempat untuk menghindari hujan. Bukan karena benci hujan, mungkin saja hatinya merindukan namun badannya tak siap diguyur air langit ini. Maklum, besok masih harus beraktifitas. Beberapa pribadi pun pernah terpesona dengan lawan jenis pada saat awal bertemu dan berkenalan. Memilih tidak ingin berkomunikasi lebih lama, memilih tidak bertemu (kembali), hingga melakukan aksi nekatnya; hanya membaca pesan singkat darinya. Ah, pasti berat. Namun, percayalah perasaannya tidak didominasi oleh emosi, oleh amarah, apapun istilahnya itu; tidak benci.  Hati dan memori dalam kepalanya belum sejalan. Hati ingin mengenalnya lebih dalam, sedalam-dalamnya sampai ke ruang tamu dan duduk bersama orang tuanya membicarakan hari bahagia. Terlalu lebay , mungkin. Tapi, begitulah ke- halu -an pandangan pertama. Sayangnya, memori dalam kepalanya masih dihantui rasa takut. Takut ditingga...