Postingan

Curhat Dengan Istri ?

Dalam beberapa bulan ini cukup intens bertemu dengan teman lama dan teman baru. Kali ini hampir benar-benar tanpa ego ketika bertemu dengan mereka. Telinga lebih banyak berperan daripada mulut ini. Bersyukur, sejak pernikahan dengan istri dua tahun silam, dia memegang peran penting sebagai pendengar yang baik di kehidupan. Sedikit banyak solusinya cukup menenangkan. Namun, bak diklakson bus lintas provinsi di jalur pantura. Saya kaget dengan dominasi berbicara teman-teman yang secara usia jauh lebih tua dari saya. "Cara mereka berbicara hampir mirip seperti saya 5-7 tahun silam ; lebih dominan ketimbang mendengarkan." - Pikir saya ketika satu meja obrolan dengan mereka. Berbanding balik ketika bertemu dengan teman yang belum beristri. Lesu, ogah-ogahan bertukar pikiran. Pertanyaan saya adalah teman-teman saya yang sudah beristri apakah sering mengeluarkan unek-unek dengan pasangan atau justru jarang ? Atau pertanyaan terbaliknya, apakah hanya saya yang ' curhat ' den...

Alan Kasaji si Musisi Ngapak, Nang Umah Bae, Belek Singa dan Blakasuta

Alan Kasaji. Salah satu musisi musik berbahasa Jawa yang sangat saya kagumi. Utamanya notasi-notasi lagu yang dia ciptakan. Aduhay sluuurr.

Ah, Politikus !

Gambar
Sejak nonton kegiatan salah seorang Dewan di Jawa Barat yang sedang melakukan bersih-bersih di pasar dan kemudian diprotes seorang mahasiswa terkait kewenangan, melalui kanal Youtubenya,

Peta di Kemudian Hari

Gambar
Menjadi Peta di Kemudian Hari Ada yang baru beberapa bulan, ada yang sudah bertahun-tahun. Ada yang gagal, ada yang sukses sampai pelaminan. Terlepas dari apapun hasilnya, menjalin hubungan dengan pasangan adalah bagian dari apa yang dicita-citakan seseorang.

Orang Jahat, Yang Kebetulan Baik

Gambar
Akhirnya, kembali lagi menulis di blog yang sudah berbulan-bulan Saya tinggalkan. Dengan perasaan lega, nampaknya ada cerita panjang yang penuh emosi bagi Saya perlu dipublikasikan.

Pamer

Gambar
Dalam beberapa kesempatan saat bertemu dengan teman, sering kali terbesit pikiran untuk tidak bertemu lagi. Atau setidaknya mengurangi frekuensi pembicaraan. Alasannya singkat, karena dia lebih dominan menjadi pembicara ketimbang memilih menjadi imbang dalam bicara maupun mendengarkan. Dia puas, Saya kehilangan waktu.

Udin oh Udin

Gambar
Udin, sadar betul cintanya ditolak mentah-mentah oleh Tuti. Tiap hari disapanya Tuti oleh Udin tak pernah disambut dengan baik. Jadilah Udin beli keset di warung Bu Maryam bertuliskan 'Welcome'. Katanya, "Setidaknya ada yang menyambutku, meski bukan hatinya.." Ah, parah betul lelaki jarang gosok gigi ini.