Bisa Jadi

Komunitas. Berasal dari dua kosa kata Bahasa Inggris. Come dan Unity. Datang dan bersatu.

Hampir semua teman saya, pasti ikut salah satu komunitas di daerah Pemalang. Mulai dari Stand Up Comedy, bahkan Pecinta Hewan pun juga ada. Saya respect, artinya dengan gabung  di komunitas, minimal mereka bertambah wawasan, ataupun berkembang pergaulannya. Dan nantinya ketika kami bertemu, akan ada bahan obrolan dari komunitas masing-masing. Yap, Indah sekali.

Tapi tidak jarang, ada salah satu di antara mereka ‘terlalu bangga’ dengan komunitasnya. Bukan berarti bangga dengan komunitas itu dilarang.  Tapi, maksud saya di sini adalah terlalu bangga dengan komunitas sehingga efeknya menjelekkan yang lain (komunitas). Nah, itu yang saya tidak respect.

Baru kemarin, 20 Agustus 2016. Teman saya yang juga berasal dari komunitas, dengan sengaja dia menjelekkan komunitas lain. Intinya, lewat Personal Message (PM) BBM dia bilang, “Orang yang suka foto-foto bis. Aneh !”

Jelas, dia terlalu bangga dengan komunitasnya. Orang yang seperti ini juga bahaya buat temen dan komunitasnya. Ibaratnya, komunitas sepeti rumah. Nah, tetangganya sudah pasti komunitas yang lain. Semisal satu penghuni menjelekkan rumah yang lain, otomatis juga yang kena masalah semua penghuni. Pasti.

Jadi, apa sih untungnya menjelekkan. Apa karena kita sudah hebat ? Orang hebat tidak ada yang merendahkan orang lain. Kalaupun ada, bisa jadi dia belum hebat. Begitu juga seperti teman saya diatas. Bisa jadi dia belum terlalu lama di komunitas. Tapi, terlalu bangga dengan komunitasnya. Bisa juga dicap kalau dia bukan anak komunitas. Simple.

Juga berlaku di semua sisi. Yang suka menjelekkan, justru sebenarnya mereka lah yang buruk.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Curhat Dengan Istri ?