MALAS ATAU INTROVERT?


"Aku ini anak rumahan" 

"Aku ini Introvert

"Aku ini indigo, Indihome, Indie Barends" 


Dan, masih banyak lagi deklarasi setiap orang terhadap dirinya sendiri. 
Bukan tidak pernah, saya pun pernah ada di fase seperti itu. Sebenarnya, sah-sah saja melabeli diri sendiri dengan brand yang diinginkan.

Namun, beberapa kasus melabeli diri sendiri justru sebagai upaya 'menambal' kekurangan yang dimiliki.

 "Aku ini orangnya introvert, jadi kalau kumpul-kumpul suka pusing sendiri. Enggak nyaman gitu..." 
Woi bung, bilang saja malas! 

Saya berpendapat, kepribadian introvert bukan senjata untuk menolak ajakan. Introvert adalah sikap. 
Bisa saja orang yang Introvert bersedia diajak reuni dengan teman sekolah. Dia tetap datang, tapi yang membedakan dia dengan seluruh teman alumninya adalah sikap. Di saat yang lain memamerkan prestasi, posisi kerja, penghasilan, Si Introvert justru hadir sebagai orang yang mendengarkan.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Adriano Qolbi, "Orang ngaku Introvert itu sama aja kayak Intel ngaku Intel. Enggak ada." 

"Terus gimana dengan Penyanyi, Pesepak Bola, Komedian, masak sih gak boleh ngomongin label pada dirinya?" 

Wahai Batu Ponaryo, siapa yang ngelarang?

Komentar