Do'a
Menunggu ? Jika iya, jangan katakan
itu cinta. Otakmu sudah tercuci. Semua mimpi ketika kecil t’lah terganti dengan
obsesi tentang dia. Sadarlah, yang kau katakan ‘cinta’ bukanlah menunggu orang
yang jelas-jelas sudah berbagi kisah dengan pihak lain. Melainkan, do’a.
Ya, cinta adalah do’a. Memang
versi tiap kepala akan berbeda. Tapi itulah yang paling pantas menempati
predikat ‘masuk akal’.
Pun dengan perilaku ‘menunggu’, kita layak menyematkan gelar ‘do’a’
pada kegiatan tersebut. Namun jika analoginya menjurus kepada point ke-dua, menunggu
seseorang untuk kembali lagi, maka semoga kita sepaham itu bukan do’a. Itu
adalah memaksa.
Mari kita kembali pada apa yang kita
bahas. Cinta adalah Do’a, lalu apa yang harus kita lakukan saat perasaan yang diutarakan tak terbalas ? Mulailah dengan
berkaca, jika dia menolak karena pilihannya belum tepat, maka pantaskanlah diri
kita. Tapi, jika alasannya karena dia sudah memiliki tempat bercerita yang
menurutnya paling nyaman. Maka, berdo’alah untuk kebahagiannya. Sebab, do’a
adalah sehebat-hebatnya cinta.
Komentar
Posting Komentar